Bulan Ramadhan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, melainkan tentang seberapa luas kita mampu membuka hati untuk sesama. Semangat inilah yang membawa keluarga besar Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Kadiri melangkah keluar dari ruang-ruang kelas menuju rumah-rumah warga.
Bekerja sama dengan Ikatan Wanita Universitas Kadiri (IWANIK), FIK mengambil peran aktif dalam kegiatan Bakti Sosial sebagai wujud pengabdian nyata. Bukan sekadar membagikan bantuan, aksi ini adalah cara kami menyapa dan memeluk masyarakat sekitar secara langsung.
350 Paket Sembako, Ratusan Senyuman yang Hangat
Dalam kegiatan kali ini, tim turun langsung ke lapangan untuk menyalurkan 350 paket sembako. Menyusuri gang-gang kecil dan bertemu langsung dengan warga memberikan perspektif baru bagi kami—bahwa kesehatan sebuah komunitas bermula dari rasa peduli dan kebersamaan.
Bagi FIK Universitas Kadiri, keikutsertaan dalam acara ini adalah refleksi dari nilai-nilai kemanusiaan yang selalu kami ajarkan di kampus. Kami percaya bahwa sebagai bagian dari tenaga kesehatan (dan calon tenaga kesehatan), empati adalah obat yang paling mujarab untuk merekatkan hubungan sosial.
Kehangatan di Setiap Langkah
Suasana haru sekaligus bahagia menyelimuti saat ibu-ibu dari IWANIK dan perwakilan FIK menyerahkan bantuan dari tangan ke tangan. Tidak ada sekat antara akademisi dan masyarakat; yang ada hanyalah obrolan ringan yang hangat dan doa-doa baik yang saling terucap di bulan yang mulia ini.
Kegiatan ini membuktikan bahwa dedikasi Fakultas Ilmu Kesehatan tidak hanya terbatas pada layanan medis atau teori klinis, tetapi juga pada kesejahteraan sosial masyarakat yang ada di depan mata kita.
Terus Berbagi, Terus Menginspirasi
Kami berharap, 350 paket sembako ini dapat meringankan beban dapur warga sekaligus memberikan kebahagiaan kecil di tengah ibadah puasa mereka. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung jalannya bakti sosial ini.
Mari kita jaga api kepedulian ini agar tetap menyala, tidak hanya di bulan Ramadhan, tapi di setiap langkah kita ke depan. Karena sejatinya, sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi orang lain.